24.1.12

Anak Anda Marah??? (Menenangkan Anak Kecil Yang Sedang Marah)

Saat merasa tak nyaman, banyak balita mengekspresikan diri dengan menangis dan mengamuk. Tak jarang, kelakuan buah hati membuat orang tua marah dan frustasi.

Sebuah studi membeberkan, amukan dan amarah balita Anda bukan tanpa alasan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal "Emotion," para ilmuwan merekam suara selama balita mengamuk. Mereka menemukan, setiap jenis suara seperti menjerit, berteriak, menangis, merengek, dan rewel memiliki irama akustik dengan fitur berbeda. Mereka juga menemukan adanya pola dan vokalisasi tertentu.

"Menjerit, berteriak dan menendang sering dilakukan bersamaan. Kombinasi menangis, merengek, dan berguling di lantai bertujuan untuk mencari mencari kenyamanan," ujar penulis studi Michael Potegal, seorang profesor pediatrik di Universitas Minnesota.

Frustasi, menurut James A Green merupakan pemicu balita mengamuk. "Sama seperti orang dewasa, anak yang merasa tujuan tak tercapai akan merasa frustasi dan marah."

Penyebab bayi frustasi dan marah bisa karena banyak hal, seperti kelelahan atau rasa sakit. Namun, balita tak punya banyak cara untuk menghadapi situasi ini, seperti anak yang lebih tua. Ada beberapa cara untuk menghadapi balita yang sedang mengamuk, seperti dikutip Shine.

1. Menunggu
Jika anak sedang mengamuk, yang bisa Anda lakukan hanya menunggu hingga puncak kemarahannya berlalu. Mencoba memberi pengertian kepada anak yang kehilangan kontrol tidak banyak membantu.

"Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membawanya ke tempat yang bisa membuatnya tenang tanpa mengganggu orang lain," ujar Michelle Nicholasen, penulis 'I Break for Meltdowns: How to Handle the Most Exasperating Behavior of Your 2- to 5-Year-Old'.

2. Jangan mengancam, membujuk, atau menyuap anak
Orang tua mungkin tak mampu mengendalikan amukan buah hati, tapi Anda bisa mengendalikan reaksi diri sendiri. Menurut Nicholasen, "Orangtua bisa membuat anak makin mengamuk dengan berteriak agar anak berhenti, atau dengan mengancam mereka," katanya.

Alih-alih bertanya alasan amukan kepada balita 2-3 tahun, sadari saja balita Anda sedang kesal. "Balita yang sedang marah takkan mampu mendengar alasan, bujukan atau peringatan sampai mereka yakin kita memahami dan menghormati pesan mereka," ucap Dr Harvey Karp, penulis 'The Happiest Toddler on the Block.'

3. Menawarkan kenyamanan
Begitu anak melewati puncak kemarahan, mereka lebih bersedia untuk dihibur dan ditenangkan.

4. Cari humor dalam situasi ini
Banyak orangtua akhirnya frustrasi dan marah saat anak mengamuk. Namun Green menekankan, sebuah amukan masih terbilang normal hingga titik tertentu. "Ini juga akan berlalu," katanya. Dia melanjutkan, "Tantrum adalah peristiwa dalam perkembangan anak dan biasanya menurun setelah usia 4."

Sambil menunggu anak melalui amarahnya, sebuah lelucon bisa membantu orang tua. "Bayangkan Anda bertingkah seperti anak Anda. Pasti akan sulit untuk tidak tersenyum," kata Nicholasen.

5. Jangan menganggapnya kegagalan
Orangtua pasti dinilai buruk saat anak berperilaku tak menyenangkan di depan umum. Yang terpikir oleh orang tua adalah mereka telah mengajar sopan santun tetapi anak tetap nakal. Orang tua juga kerap menyalahkan diri mengapa anak melakukannya.

23.1.12

Kedudukan Wanita Dalam Islam

Kemuliaan yang diberikan Islam terhadap wanita adalah bagian dari kemuliaan yang diberikan kepada segenap manusia, hal ini tidak lepas dari pandangan Islam terhadap wanita yaitu wanita juga termasuk bani Adam. Dan bani Adam sangat dimuliakan keberadaannya oleh Islam sebagaimana firman Allah:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا ( الإسراء : 70 )
Hal ini bersumber dari sifat kemanusiaan yang dimiliki wanita begitu juga dengan laki-laki, keduanya sama dari segi kemanusiaannya, sedangkan yang membedakan kedudukan mereka di hadapan Allah adalah taqwa dan amal sholih, hal ini sesuai dengan firman Allah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ( الحجرات : 13 )
Dengan kedua dalil diatas maka jelas bahwa kemuliaan yang diberikan Allah kepada manusia tidak dipandang dari sisi kelaki-lakiannya atau kewanitaannya. Tetapi keduanya dianggap sama dan tidak ada yang lebih diistimewakan. Hanya saja yang membedakan keduanya adalah besarnya ketaqwaan dan yang mau memuliakan Allah serta amal sholih yang dimiliki.
Konsekwensi Allah terhadap amal sholih manusia juga menjadikan perbedaan kemuliaan yang diberikan Allah, lagi-lagi bukan dari sifat laki-laki ataupun wanitanya. Firman Allah :

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ
 (آل عمران : 195)
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
( النساء : 124 )
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ( النحل : 97 )
Dalam syari'at Islam penerapan hukum terhadap dasar manusia baik laki-laki maupun wanita mempunyai tiga tingkatan :
1.      Pribadi/Individu
Berkewajiban membersihkan diri dari hawa nafsu supaya mempunyai akhlak yang baik dan bisa memperoleh kebahagiaan.
2.   Keluarga
       Agama Islam menyifati keluarga dengan sesuatu yang suci dan benar-benar terawat, dalam keluarga ini khusus untuk wanita berkewajiban merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi penerus.
3.   Masyarakat Umum
Masyarakat bisa dikatakan baik jika terdiri dari keluarga yang baik karena pondasinya dari keluarga kemudian masyarakat dan didukung dengan hukum Islam.
Dari hukum-hukum diatas yang dimulai dengan individu, keluarga kemudian masyarakat maka jelaslah hak dan kewajiban tiap laki-laki ataupun wanita dalam syari'at Islam. Hal ini sesuai dengan fitrah masing-masing dan pemenuhan diri terhadap perintah Allah, sehingga menjadikan keharmonisan diantara keduanya, saling melengkapi tiap kekurangan yang ada sehingga perbedaan dan pertengkaran pun tidak akan terjadi. Dari sini bisa kita fahami bahwa  Islam sangat menghargai hak manusia, diantaranya :
-    Hak untuk hidup
-    Hak kemerdekaan/kebebasan
-    Hak untuk memiliki
-    Hak yang berhubungan dengan perekonomian, politik dan kemasyarakatan.




17.1.12

Hukum Maulid Nabi adalah Sunnah

Maulid Nabi Muhammad SAW
 Sepeti kata Imam Abu Syaamah yang telah kami tuturkan, dalam kitab الفتاوى الحديثيّة karya Ibnu Hajar al-Makky al-Haitamy, beliau ditanya tentang hukum merayakan Maulid dan Dzikir yang dilakukan banyak orang pada zaman sekarang, apakah itu sunnah atau sebuah keutama-an?, kalau dijawab Fadlilah, apakah ada penguat Atsar Ulama Salaf?, atau paling tidak Khobar? Dan apakah berkumpul dalam sebuah bid’ah yang mubah diperbolehkan atau tidak?
Beliau menjawab: bahwa perayaan Maulid dan Dzikir yang dilakukan kebanyakan orang mengandung unsur kebaikan, seperti shodaqoh, membaca dzikir, sholawat sembari memuji Rasulullah, maka hukumnya sunnah, karena termasuk dalam hadits-hadits yang membicarakan dzikir-dzikir secara khusus dan umum, seperti sabda Nabi saw:
لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَذَكَرَهُمُ الله تَعَالَى فِيْمَنْ عِنْدَهُ. [رواه مسلم].
Artinya: Tidaklah duduk suatu kaum untuk berdzikir kepada Allah, kecuali akan dikerumuni Malaikat dan rohmat Allah, juga akan diturunkan sakinah kepada mereka, dan Allah juga akan mneyebut-nyebut mereka pda hamba-hambaNya yang terdekat.
Diriwayatkan juga bahwa beliau berkata pada kaum yang sedang duduk berdzikir dan mamuji-muji Allah yang telah memberi petunjuk pada mereka untuk memeluk agama Islam.
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَأَخْبَرَنِيْ: أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُبَاهِيْ بِكُمُ الْمَلاَئِكَة.
Artinya: Telah datang padaku Malaikat Jibril dan memberi khabar bahwa Allah telah memamerkan kalian kepada Malaikat.
Dua hadits tadi adalah dalil paling transparan atas keutamaan duduk berkumpul dalam kebaikan dan mereka yang duduk di situ juga sama hukumnya, di pamerkan Allah pada malaikatNya, akan dituruni sakinah dan rohmat Allah juga Allah akan memuji mereka di kalangan malaikat.
Sekarang, manakah keutamaan yang lebih besar dari ini?
Sedangkan pertanyaannya adalah: apakah berkumpul untuk suatu bid’ah yang mubah di perbolehkan atau tidak?
Beliau menjawab: Ya, diperbolehkan. Izzuddin bin Abdussalam berkata: Bid’ah adalah: melakukan apa yang tidak ditemui pada kurun Nabi, dan bid’ah terbagi menjadi lima hukum, yaitu; wajib, sunnah, makruh, mubah dan haram. Metode untuk mengetahui masuk kategori yang mana (suatu bid’ah) adalah: melihat pada kaidah-kaidah syara’, mana saja hukum yang masuk dalam bid’ah itu, itulah hukumnya.
Termasuk dalam bid’ah Wajib adalah: mengajar ilmu nahwu untuk memahami al-Qur’an dan Hadits. Haram seperti: aliran pemikiran qodariyah. Kategori Sunnah adalah: membangun madrasah dan ber-kumpul untuk sholat tarawih, kategori Mubah seperti bersalaman setelah shalat, dan kategori Makruh adalah menghiasi masjid-masjid dan mushaf (tanpa emas), kalau dengan emas dihukumi haram.
Sedangkan hadits; كل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار dialamatkan kepada bid’ah yang masuk kategori Haram.
Maka konklusi dan pendapat Abu Syaamah dan Ibnu Hajar dalam kitab فتاوى حديثية adalah: apa yang dilakukan setiap tahun pada hari yang bertepatan dengan lahirnya Nabi saw. berupa shodaqoh, berbuat kebajikan dan berkumpul mendengarkan kisah kelahiran beliau serta dzikir-dzikir adalah bid’ah yang paling bagus. Alasannya;
Pertama          : Ada unsur Mahabbah dan Ta’dhim dalam hati mereka yang terlibat dalam ritual ini pada Rasulullah, dan rasa syukur terhadap nikmat Allah yang telah mengutus beliau.
Kedua             : Ritual ini Sunnah, karena ada shodaqoh, dzikir, membaca sholawat yang memuji-muji beliau, yang semua itu bisa masuk dalam kategori hadits-hadits yang menerangkan majlis-majlis dzikir secara umum atau khusus, seperti hadits:
لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى، إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ، وَذَكَرَهُمُ الله تَعَالَى فِيْمَنْ عِنْدَهُ. [رواه مسلم].
Artinya: Tidaklah duduk suatu kaum untuk berdzikir kepada Allah, kecuali akan dikerumuni Malaikat dan rohmat Allah, juga akan diturunkan sakinah kepada mereka, dan Allah juga akan mneyebut-nyebut mereka pda hamba-hambaNya yang terdekat.
Juga diriwayatkan bahwa beliau berkata kepada kaum yang sedang duduk berdzikir dan memuji-muji Allah yang telah memberi petunjuk kepada mereka untuk memeluk agama Islam.
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ فَأَخْبَرَنِيْ: أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُبَاهِيْ بِكُمُ الْمَلاَئِكَة.
Artinya: Telah datang padaku Malaikat Jibril dan memberi khabar bahwa Allah telah memamerkan kalian kepada Malaikat.
Maka, tidak diragukan bagi mereka yang berakal, bahwa dua hadits tersebut sangatlah transparan dalam menyikapi keutamaan berkumpul dalam suatu kebajikan.
Sekarang, manakah keutamaan yang lebih besar dari majlis-majlis seperti ini?
Menurut kami (penulis, pent.), walaupun ritual seperti ini dianggap bid’ah dari sisi tidak dijumpai pada kurun Nabi, praktek mengagungkan Nabi banyak dijumpai pada masa itu, seperti yang dilakukan Khadijah r.a. yang dengan senang hati mengorbankan apa saja demi Rasulullah sampai beliau merasa banyak berhutang jasa pada Khadijah r.a.
Juga Abu Bakar yang menyerahkan semua hartanya pada Rasulullah tanpa tersisa sekali. 
Dalam al-Qur’an surat al-Hujurat: 3 juga mengisyaratkan etika ta’dzim kepada Rasulullah. 

Artinya: Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang Telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Hujurat: 3).
Dan lagi apa yang diisyaratkan dalam QS. Huud: 120:
Artinya: Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS. Huud: 120).
Bahwa hikmah mengapa Allah mengisahkan para rasul-rasul terdahulu kepada Nabi adalah untuk mengokohkan hati beliau, apalagi kita yang mutlak sangat membutuhkan upaya mengokohkan hati dengan cara mendengarkan kisah-kisah Rasulullah.
Karena itulah imam al-Yafi’I dalam kitabnya روض الرياحين berani menghukumi sunnah membaca manaqib para ulama dan auliya’ dari ayat tadi (QS. Huud: 120).
Jadi jelas bahwa sebutan bid’ah atas ritual-ritual seperti ini hanya dari sisi model berkumpulnya, bukan dari esensi orisinilnya, karena esensi ritual ini banyak terjada pada kurun Rasulullah, bahkan dari firman Allah (QS. Al-Ahzab: 56).
Artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
dapat diambil dalil atas wajibnya suatu tindakan, apapun model prakteknya yang menginspirasikan ta’dzim kepada Rasulullah, ketika beliau masih hidup atau sudah wafat, ini bisa dilakukan dengan metode Tanqihul Manath (membersihkan penyebab utama suatu hukum), yakni dalam ayat tersebut ada instruksi khusus (membaca sholawat) hanya karena mendengar nama Nabi disebut, kemudian instruksi khusus ini kita non aktifkan, dan keuniversalan instruksi (apa saja yang mengindikasikan ta’dzim kepada Rasulullah) yang kita aktifkan.
Dalam lembar sejarah, banya diantara para sahabat yang mem-praktekkan ta’dzim kepada Rasulullah dengan berbagai metode, ada yang meminum air kencing dan darah beliau, ada yang meletakkan rambut Rasulullah pada kopyahnya dan meyakini punya kekuatan hebat selalu menang dalam peperangan.
Coba fahmilah peristiwa-peristiwa sejarah itu, jangan kau hiraukan orang-orang yang tidak pernah tahu sejarah sahabat Nabi dan terlanjur kronis penyakit (benci Rasulullah) di hati-hati mereka.
 


Maulid Nabi Bukan Bid'ah (sebuah dalil nyata tentang kesalahan orang-orang yang meganggap maulid nabi adalah bid'ah)

Nabi Muhammad pun memperingati hari kelahiran beliau yaitu dengan berpuasa di hari senin yang akhirnya menjadi kesunahan puasa pada hari tersebut, ini mengapa pada setiap tahun nabi Muhammad tidak memperingati hari kelahiran beliau karena beliau takut kalau suatu saat nanti peringatan Maulid nabi Muhammad setiap tahunnya akan menjadi kegiatan wajib bagi umat islam maka beliau tidak memperingatinya.

Kebanyakan orang mengatakan Perayaan Maulid Nabi Muhammad tidak ada dalilnya dan merupakan bid'ah, orang-orang yang mengatakan tersebut saya rasa orang-orang yang tidak mau tahu akan hukum maulid Nabi Muhammad yang sebenarnya padahal pada kitab "Anni'matul Kibro" Karangan  Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami Asy-Syafi'i Sudah sangat jelas dituturkan Kalau Imam Syafi'i sudah pernah membahas tentang acara maulid ini dan beliau memperbolehkan. 
Perhatikan kutipan makolah imam syafi'i berikut ini..
 Artinya
Telah berkata Imam Asy-Syafi’i : “Sesiapa yang menghimpunkan saudaranya (sesama Islam) untuk mengadakan majlis maulid Nabi, menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan, dan dia menjadi sebab dibaca maulid Nabi itu, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat bersama ahli siddiqin (orang-orang yang benar), syuhada’ dan solihin serta berada di dalam syurga-syurga Na’im.”

Kesalahan Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad
Orang-orang yang mengatakan bid'ah membuat suatu sejarah maulid nabi yang saya rasa sangat dibuat-buat, menurut mereka "Maulid Nabi sebagai sebuah perayaan, tidak pernah terjadi di masa Rasulullah saw, juga tidak terjadi di masa al-Khulafaur Rasyidin ra, generasi tabi’in dan generasi tabi’it tabi’in rh. Menurut catatan sejarah, Maulid Nabi Muhammad saw sebagai sebuah perayaan baru muncul pada abad ke-4 H, tepatnya pada tahun 362 H oleh al-Muiz lidinillah al-Fathimi di Kairo, Mesir.
Al-Muiz lidinillah al-Fathimi adalah seorang Isma’il bathini yang mengikuti paham kebatinan dari aliran Ismailiyah, sehingga ia keluar dari dinul Islam. Kelompok Ismailiyah ini memisahkan Mesir dari Khilafah Abbasiyah yang saat itu berpusat di Baghdad dan mendirikan sebuah negara di Mesir yang bercorak kebatinan. Dari kelompok Ismailiyah inilah muncul perayaan hari raya al-Ghadir yag merupakan hari raya Syi’ah, hari raya Nairuz yang merupakan hari raya Persia, hari raya al-Khamis (Paskah) yang merupakan hari raya Nasrani, hari raya kelahiran Ali bin Abi Thalib, hari maulid al-Hasan, al-Husain, Maulid Fathimah, Maulid Khalifah al-Qaim bi Amrillah, dan hari raya tahun baru Hijriyah, juga hari raya Maulid Nabi saw yang mereka jadikan salah satu hari raya di antara hari raya-hari raya kaum muslimin." (kutipan dari tulisan-tulisan orang-orang yang mengatakan maulid nabi adalah bid'ah) 

Mari kita teliti dimana letak kesalahan sejarah perayaan maulid nabi ini
Telah saya sebutkan didepan kalau Imam syafi'i dulu juga telah membahas perihal Maulid Nabi ini!, kenapa orang-orang itu mengatakan tidak ada catatan sejarah?.. Pertama dilihat dari kurun imam Syafi'i yang lahir ditahun 150 Hijriyah di gaza, Palestina, ini berarti pada abad ke 2 sudah ada perayaan Maulid Nabi tersebut, sedangkan artikel diatas mengambil dari sejarah pada abad ke-4 berarti sudah ada ratusan tahun terlewati. Maqolah Imam Syafi'i yang di ambil dari sebuah kitab karangan Ibnu Hajar sudah menjadikan suatu bukti kalau sebenarnya perayaan Maulid sudah ada pada zaman Imam Syafi'i karena pada waktu beliau masih hidup pernah membahasnya. Ini sudah sangat menunjukkan kalau sejarah tentang Maulid Nabi ini sebenarnya telah dibuat-buat oleh mereka atau memang mereka tidak tahu kalau memang maulid Nabi sebenarnya telah ada dari dahulu.

Pengambilan sebuah hukum dalam Islam
Hukum bermain sepak bola bisa menjadi haram bila lahirnya olahraga ini memang ada karena sebuah peristiwa besar orang-orang kafir yang memenggal kepala sayyidina Husain dan dijadikan mainan oleh mereka, akan tetapi karena memang adanya bola ini sebelum adanya peristiwa tersebut maka hukum sepakbolapun diperbolehkan, karena memang ada sebelum peristiwa tersebut.
Begitu juga Maulid Nabi adanya perayaan tersebut ternyata sudah ada pada masa imam Syafi'i (abad ke-2) walau hanya sedikit orang yang merayakannya tetapi itu berarti lahirnya perayaan ini jauh sebelum abad ke-4 seperti halnya sejarah-sejarah maulid yang dituturkan oleh orang-orang yang mengatakan maulid Nabi adalah Bid'ah.
Ini berarti kita bisa menarik sebuah kesimpulan kalau maulid nabi Muhammad adalah SUNNAH, kok sunnah???? ok silakan baca artikel saya tentang Hukum Maulid Nabi Adalah Sunnah   (lanjuta artikel ini)



Nabi Muhammad adalah Ummi


Dunia tahu betul kalau Muhammad ummi (tidak bisa membaca dan menulis). Apakah orang liberal mampu membungkam kata dunia bahkan membungkam al-Qur’an serta bangsa Arab yang punya bahasa ummi, yang tidak punya arti lain kecuali tidak bisa baca dan tulis. Mereka berdalil:
 اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا (الإسراء: 14). .
“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.”
Ayat ini mereka buat dalil Muhammad bisa baca dan tulis, padahal ayat sebelumnya jelas sekali siapa mukhotob ayat ini.
وكل إنسان ألزمناه طائره في عنقه ونخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا. (الإسراء:13).اقرأ كتابك..(الآية)
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya sebagaimana tetapnya kalung pada lehernya dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah Kitabmu…”
Lalu apa fungsinya kitab dengan kehadiran Jibril? kalau ada riwayat entah dari siapa bahwa Muhammad mengambil kitab lalu membukanya dan membacanya baru bisa dibuat dalil. Tapi, yang memenuhi tulisan sejarah adalah Beliau tidak bisa membaca tulisan dalam kitab juga dalam kondisi tidak ada kitab. Dalam riwayat Bukhori, Muslim, Imam Ahmad dll. beliau menjawab Jibril ما أنا بقارئ . Juga ketika Beliau mendikte Ali dalam peristiwa Shulhul Hudaibiyah, Beliau berkata:
اكتب هذا ما عاهد عليه رسول الله قريشا
“Tulislah! Ini adalah perjanjian Rasulullah dengan Kabilah Quraisy.”
Lalu Suhail bin Amrin (diplomat Quraisy) memotong perkataan Rasulullah seraya berkata:
 لو كنا نعلم أنك رسول الله ما صددناك عن البيت ولا قاتلناك ولكن اكتب محمد بن عبد الله
“Kalau kami mengetahui bahwa kamu adalah utusan Allah, maka kami tidak akan menghalangimu ke Ka’bah juga tidak memerangimu, tetapi tulislah Muhammad bin Abdillah.”
Lalu Rasulullah menjawab; إني لرسول الله وإن كذبتموني (Saya adalah benar-benar utusan Allah, walaupun kalian membohongiku), kemudian beliau berpaling pada Ali dan berkata: اكتب محمد بن عبد الله (Tulislah Muhammad bin Abdillah), Ali menjawab; لا والله لا أمحها (Demi Allah, aku tidak akan menghapusnya) dan Beliau berkata pada Ali; أرني مكانها (Perlihatkan kepadaku tempat tulisannya), maka Ali memperlihatkan dan Rasulullah lalu menghapusnya. Hadits ini diriwayatkan Bukhori Muslim dengan sanad Shohih.
Sekarang, mengapa Beliau berkata pada Ali أرني مكانها bila tahu tulisan dan bisa membaca? Tapi, pertanyaan seperti ini bahkan realita seluruhnya tidak pernah dibutuhkan oleh orang-orang liberal dan memang tidak pernah sesuai dengan selera mereka, bahasa, realita, peristiwa, biografi Rasulullah semuanya harus tunduk pada nafsu dan ketetapan mereka.
Umat Islam tidak butuh jasa kalian dengan mengangkat identitas status Nabinya yang ummi menjadi Nabi yang bisa baca tulis. Karena umat Islam lebih senang punya Nabi ummi tapi realistis dari pada Nabi impian kalian tapi tidak pernah realistis seperti kalian. Ada sebuah nyanyian Arab sebagai pelipur lara kalian
ما كل ما يتمنى المرء يدركه * تجري الرياح بما لا تشتهي السفن
“Tidak semua apa yang diharap seseorang terpenuhi, karena angin bertiup tidak seperti yang diinginkan kapal.”




16.1.12

Khilafah Sekarang Tinggal Sebuah Nostalgia Belaka

Sumber : Blog Sebelah (Sahabalit), Maaf pada pemilik blog belum ijin share coz di blognya tidak ada kolom comment sih.. Judul Asli (wawancara dengan Bpk. Idrus Ramli)
Isi makalah yang kami baca jika dikaitkan dengan judulnya, kami menyimpulkan kalau jenengan memandang hilafah hanyalah nostalgia. Benarkah kesimpulan kami seperti ini?
Jadi persoalan khilafah  sebenarnya hanyalah satu persoalan kecil diantara sekian persoalan umat islam yang sekarang ini tidak bisa ditarapkan. Tidak bisa diterapkan ini bukan karena tidak wajib. Tapi karena memang kita tidak punya kemampuan untuk menegakkan hilafah. Berhubung didalam agama itu kewajiban selalu di kaitkan dengan kemampuan, sebagaimana Imam Haromaim dalam kitab Al-Goyasi beliau mengatakan:
نصب الامام عند امكان الواجب
artinya: mengangkat imam itu wajib ketika memang mampu, kalau tidak mampu, ya berarti tinggal nostalgia.
Dari ketidak mungkinan menurut jenengan khilafah hanyalah nostalgia, bukankah dari ketidak mungkinan ini seharusnya kita memperjuangkannya dan membuatnya menjadi mungkin?
Saya kira tidak seperti itu, karena kalau kita lihat, yang menjadi sumber utama tidak adanya kesadaran masyarakat kepada tatbiqussyariat secara umum dan mendirikan khilafah secara khusus, itu karena memang ilmu agama kurang diminati oleh masarakat. Jadi kalau kita tidak mampu menegakkan kilafah, kewajiban kita bukanlah untuk memperjuangkan tegaknya kilafah tetapi nasrul ilmi. Berbicara masalah khilafah secara sosial politik kita juga tidak mampu, karena memang kilafah itu sekupnya internasional, dan apakah bisa?, bisa atau tidak, itukan perlu kesadaran. Dari sini biasanya orang terjebak dengan slogan–slogan HTI,  padahal tidak seperti itu. Artinya, kesadaran itu butuh ilmu pengetahuan. Jadi yang kita perjuangkan adalah menyebarkan ilmu pengetahuan. Ketika khilafah itu tidak ada agama kita tidak memerintahkan kita untuk memperjuangkannya, tapi agama memerintahkan kita untuk attamsuk berpegang teguh dengan ajaran ahli sunnah wal jamaah dan menyebarkan ajarannya.
Meskipun nasrul ilmi yang seharusnya menjadi fokus kita, tetapi apakah berjuang melalui jalur politik sama sekali tidak diperlukan?
Menurut saya didalam berjuang itu yang lebih baik bukan lewat jalur politik,  tetapi lewat pesantren dan pengajian-pengajian kitab kuning. Karena tampilnya seorang imam atau pemimpin yang adil itu tergantung dari kondisi rakyat, jadi pemimpin itu miniatur gambaran kecil dari kondisi rakyat.  Karenanya didalam Al-quran ada ayat:
وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: deminianlah kami jadikan pemimpim yang dzolim bagi sebagian orang yang dzolim sebab apa yang mereka lakukan. Imam Fakhrurrozi dalam tafsirnya menjelaskan: ketika rakyat itu dzolim pemimpinnya juga dzolim, kalau rakyat menginginkan pemimpin yang adil rakyat haruslah bertaubat kepada Allah, dan  bertaubat itu tentunya  butuh ilmu pengetahuan. Metodologi seperti inlah yang sebenarnya banyak dipaparkan imam Ghozali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin. Jadi munculnya pemimpin yang adil itu bukan karena diperjuangkan lewat jalur politik tetapi dari jalur pendidikan guna memperbaiki kondisi rakyat, sehingga muncullah pemimpin yang baik pula .
Jadi menurut jenengan yang salah dari HTI itu dari konsep perjuangannya atau dari ideologinya?
Saya kira HTI itu salah semua, salah dari konsep perjuangan seperti itu yang seharusnya tidak perlu. mengapa demikian?, karena untuk menyadarkan masyarakat itu yang dibutuhkan adalah ilmu pengetahuan, jadi yang sebenarnya diperlukan adalah perjuangan nasrul ilmi. Dan dari sisi ideology pun HTI juga banyak yang melenceng, misalnya masalah qodo' dan qodar, mereka sama sekali tidak memperhatikan dan tidak menganggap qodo' dan qodar sebagai rukun iman sehingga rukun iman menurut mereka hanya ada lima. Dan masih banyak lagi ideologi-ideologi mereka yang melenceng. Inilah yang menjadi persoalan kita. HTI itu berjuang tetapi perjuangannya ngawur. Ketika dulu Khomaini jadi presiden Iran pimpinan HTI minta supaya Khomaini jadi seorang khilafah, padahal khomaini tidak percaya Al-Quran . lha kalo pemimpinnya tidak percaya Al-Quran, gimana nanti uamt islam ???
Jadi perbedaan perjuangan HTI dengan kita, kalau HTI perjuangannya dari atas artinya pemerintahan ditegakkan dulu dan setelah berhasil System Negara atau undang-undang dirubah kemudian setelah itu rakyat diperbaiki melalui mesin kekuasaan.   Kalau kita dari bawah artinya masarakat kita didik agar sholat dengan baik dan lain sebagainya, sebab dalam Al-quran
إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
 Artinya: bahwa sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar .
Dari Malik Bin Dinar beliau mengutip firman-firman allah dari kitab samawi sebelumnya:
أنا الله ملك الملوك، ومالك الملوك وقلوب الملوك ونواصيهم بيدي فإن العباد أطاعوني جعلتهم عليهم رحمة وإن عصوني جعلتهم عليهم عقوبة فلا تشتغلوا بسب الملوك ولكن توبوا إليَّ أعطفهم عليكم
Akulah pemilik kerajaan dan rajanya para raja, hati dan ubun-ubun para raja ada pada kekuasaanku. barang siapa tho’at padaku maka aku jadikan pemimpn itu rohmat baginya, dan barang siapa maksiat padaku aku jadikan pemimpin itu malapetaka baginya, maka kamu jangan sibuk memaki pemimpin , tetapi tobatlah kepadaku maka akan aku jadikan hati penguasa lembut padamu.
Lha sekarang dibuletin-buletinnya HTI malah sibuk membicarakan penguasa dan sistem-sistemnya. Tidak seperti kita yang mendidik masarakat menjadi baik.
Perlu diketahui, didalam Hadis, khilafah yang syar’iyah itu hanya ada selama 30 tahun. Yaitu pada masa Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Ustman, Sayyidina Ali. Setelah itu bukan khilafah lagi, tapi “Mulk  atau Kerajaan” meskipun secara formal di panggil khilafah tetapi sistam pemerintahannya sudah kerajaan.




13.1.12

Link Download Sabily 11.10 Uhud Mirror

Assalamualaikum,
Sabily adalah sebuah distro Linux turunan Ubuntu yang berisi aplikasi-aplikasi Islami dan aplikasi umum. Kali ini Sabily Uhud.
Yang baru di versi ini:
- New “Uhud” pictures and wallpapers, new plymouth and GDM themes
- unity and unity 2D available on the DVD, but ubuntu classic (gnome 2) set by default
- new Firefox persona

New applications:
- islamic-date: extension for the Iceweasel/Firefox web browser that displays Hijri date
- zakat-calc: Sabily Zakat provides zakat calculations for Muslims
- gufw: easy to use Ubuntu Firefwall
- desktopnova (replacing wallpaper-tray)
- autoKey: to avoid typing frequently encountered words
- recordmydesktop: record desktop sessions to a video file (Ogg-Theora-Vorbis file)
- anki: extensible flashcard learning program
New from Ubuntu 11.10:
- Unity desktop
- Firefox 9
- LibreOffice (replacing OpenOffice)
- Banshee (replacing Rhythmbox)
- Linux Kernel 2.6.38 (with the “wonder 200 lines” patch now included by default)
Silahkan download Sabily 11.10 dari mirror lokal di Indonesia:
clik gambar di bawah untuk link download !!!!

 
oleh Ahadan blog | Bloggerized by Ahadan | ahdan