14.12.13

Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf di Pon Pes Al Anwar Sarang Rembang

Sarang, 13 Desember 2013

Malam sabtu yang begitu indah dan gema sholawat oleh sang habib terkenal berasal dari kota solo ini menghibur ribuan santri-santri dipondok pesantren al anwar, walaupun ditempat yang sempit gema sholawat sang habib ini membuat santri-santri berbahagian dengan naungan suara merdu sang habib, kehadirannya disarang memang membuat desa karangmangu dipenuhi ribuan orang-orang yang ingin mengumandangkan sholawat nabi Muhammad.


Lantunan sholawatan yang dilantunkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo Jumat di lingkup ponpok pesantren Al Anwar Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, menjadi hiburan tersendiri bagi puluhan ribuan pengunjung. Selain santri setempat acara juga dihadiri pengunjung dari luar daerah dan mereka tak bergeming hingga kegiatan usai lewat dini hari.

Koordinator pengajar ponpes Al Anwar, Abdul Rozi disela acara menerangkan kegiatan digelar dalam rangka tasyakuran memperingati Maulid Nabi dan memberikan tambahan bekal ilmu bagi santri/santriwati dengan mendatangkan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf seorang pendakwah yang menyebarluaskan Islam dengan bershalawat. “Untuk itu kegiatan ini kami namakan Al Anwar Bersolawat,” jelasnya.

Abdul Rozi sebutkan bila Habib Syech juga mencipta sendiri lagu qashidah yang nada dan iramanya dapat diterima telinga masyarakat, baik masyarakat yang akrab dengan kegiatan majelis shalawat maupun masyarakat awam. Dengan suara yang merdunya, habib yang satu ini berhasil memikat kalangan muda sehingga mereka menyukai qashidah dengan syair-syair yang seluruhnya bersumber dari kitab Simthud Durar tersebut. “Sebenarnya syair-syair qashidah yang dibawakan beliau bukanlah syair puji-pujian yang baru, namun Habib Syekh berhasil membentuk dan mengemas irama pembacaan maulid Tradisional menjadi lebih indah dan menggoda telinga yang mendengarnya,” paparnya.

Ditambahkan, ide kegiatan murni digagas oleh Mbah Moen (panggilan akrab KH Maimun Zubair) selaku pemimpin ponpes Al Anwar, sebagai wujud sykur karerna jumlah santri/santriwati yang belajar semakin bertambah jumlahnya. Tak lupa teriring harapan selepas dari ponpes nanti mereka mengembangkan, mengamalkan dan dan menyebarluaskan ilmu yang dipelajari bagi kepentingan umat. “Setidaknya mereka mencontoh semangat Mbah Moen yang sedia meluangkan waktu seharian dalam memantau perkembangan kemajuan hasil belajar santri/santriwati yang belajar di Al Anwar tanpa kenal lelah,”

Sementara itu saat Mbah Moen ditemui, beliau menjelaskan bahwa sekira lima tahun terakhir jumlah sdantri di ponpes Al Anwar terus bertambah, sehingga terbesit keinginan untuk mengadakan tasyakuran untuk menghibur mereka. Ponpes Al Anwar sendiri selain memberikan ilmu-ilmu agama juga menyisipkan wawasan kebangsaan dalam pelajarannya. “Kita inginkan para santri selain menguasai ilmu agama juga tak lupa untuk cinta pada tanah air,”

Lanjut Mbah Moen, selaku pimpinan ponpes Al Anwar bel;iau menginginkan agar santri/santriwati yang telah lepas belajar supaya menjaga nama baik ponpes, selain itu pihak ponpes juga menaruh kepedulian kepada santri yang memiliki kelebihan sehingga disekolahkan ke beberapa perguruan tinggi di luar negeri. Seraya dipesan agar alumni ponpes Al Anwar mengembangkan ilmu yang dipelajari guna bekal melakukan syiar agama di luar lingkungan ponpes. “Mereka wajib mengembangkan ilmu agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain,”

BIOGRAFI HABIB SYEKH
Alangkah baiknya kalau kita tahu siapa sih yang punya jama'ah begitu banyak dan suara merdu yang membuat langit indonesia ini dipenuhi dengan sholawat karena kecintaan jama'ah beliau dalam melantunkan sholawat.

Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf Namanya kelahiran Solo, 20 September 1961 dari 16 bersaudara ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.

Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout. Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.

Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.

Dengan suara yang merdu ini, habib yang satu ini berhasil memikat kalangan muda sehingga mereka menyukai qashidah dengan syair-syair yang seluruhnya bersumber dari kitab Simthud Durar tersebut. Tidak jarang pula kemudian kalangan muda ikut bergabung dalam majelis shalawat yang sudah ada.

Sebenarnya syair-syair qashidah yang dibawakan beliau bukanlah syair puji-pujian yang baru, namun Habib Syekh berhasil membentuk dan mengemas irama pembacaan maulid Tradisional menjadi lebih indah dan menggoda telinga yang mendengarnya.

Selain itu, Habib Syekh bin Abdul qadir Assegaf ini juga suka berbagi dan memberi, meski dia sendiri terkadang dalam kekurangan. Bahkan ketika mengawali dakwahnya ke pelosok-pelosok, ia membawa nasi bungkus, untuk dibagi-bagikan kepada jamaah.

Beliau pernah jaya sebagai pedagang tapi kemudian bangkrut. Di saat sulit itu, Habib Syekh melakukan dakwah menggunakan kereta angin ke pelosok-pelosok untuk melaksanakan tugas dari sang guru, almarhum Habib Anis bin Alwi Alhabsyi, imam masjid Riyadh Gurawan Solo.

Pada saat itu Habib Syekh bin Abdul qadir Assegaf juga sering diejek sebagai orang yang tidak punya pekerjaan dan habib jadi-jadian. Namun Habib Syekh tidak pernah marah atau mendendam kepada orang yang mengejeknya. Justru sebaliknya, beliau tetap tersenyum dan memberi sesuatu kepada orang tersebut.

Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .

Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.
Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.
Jangan hanya main band meniru dan mengidolakan gaya orang-orang kafir, tapi Nabi sendiri tidak pernah ditiru dan dipuji puji! Sudah saatnya bersholawat, menjunjung, memuji dan meniru Nabi Muhammad SAW agar memperoleh syafaatnya dan beliau mengakui kita sebagai umatnya, karena percuma saja kita yg mengaku ngaku umatnya, tapi tidak pernah bersholawat

Download MP3 Habib Syeh
Sholatun
Yahabib
Khoirol Bariyah
Ya Hannan
Ya Khadis

Vedio

Ceramah Habib di 1000 harinya Gus Dur


Habib Syeh HONGKONG BERSHOLAWAT



Sumber
Majalah Al Kisah
Youtube
Habib Syekh Wordpres
4shared.com
meristanews
Dll





0 komentar:

Post a Comment

 
oleh Ahadan blog | Bloggerized by Ahadan | ahdan