11.2.13

Perpindahan Kerajaan Islam Dan Pengusiran Terhadap Bangsa Yahudi

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (1) هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لأوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الأبْصَارِ (2) وَلَوْلا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ

Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. Dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka.  (QS. Al Hasyr : 1-3)
                Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi itu hakikatnya berdzikir kepada Allah Swt. Entah itu hayawaniyyah (mahlukh) atau nabatiyyah (tumbuh-tumbuhan) atau juga jamadiyyah (benda-benda keras) yang ada kehidupannya seperti batu ‘aqiq. Batu ini dapat menjadi besar sebab selalu berdzikir kepada Allah.
                Langit itu jumlahnya ada tujuh. Adapun bumi itu cuma ada satu. Akan tetapi ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa bumi kita itu ada tujuh sebagaimana jumlahnya langit.
                Di bumi kita ini ada sebuah tempat yang dinamakan “di balik tirai besi”. Di situ telah bersemayam Ya’jud dan Ma’juj. Jika mereka keluar, maka akan membuat gegernya dunia ini seperti tatkala bangsa Mongol muncul. Mereka menguasi banyak tempat. Mereka juga kejam terhadap bangsa yang telah dijajahnya. Raja Mongol seperti Kubilaikhan menguasai negeri Cina. Raja Hulagokhan menguasi bangsa Arab. Anehnya bangsa mongol yang berada di India justru banyak yang masuk Islam.
                Munculnya bangsa Mongol ini meskipun mempunyai banyak dampak negatif berupa hancurnya beberapa kerajaan Islam di Arab, namun mereka juga membawa perubahan positif.
                Inilah kehendak Allah yang tidak boleh diatur manusia, makanya kita tidak boleh menghina antara sesama manusia, sebab Allah Maha Bijaksana. Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya. Kita satu dengan yang lainnya tidak boleh saling menghina. Kita semua sama-sama ciptaan Allah.
                Namun, selagi masih ada perselisihan antara umat Islam itu justru membuat hari kiamat semakin mundur. Dengan catatan perselisihan itu yang normal-normal saja bukan yang fatal.
                Dan yang perlu diperhatikan, di mana ada suatu tempat di situlah wujud kerajaan Allah. Allah tidak boleh diatur, akan tetapi Allah yang Maha Mengatur. Anehnya, ada sebagian orang yang mengatur Allah dengan jalan  istighosah kubra.
                Contoh Allah tidak boleh diatur adalah, kita mengetahuai bahwa orang yang paling berjasa atas kelahiran nabi Muhammad Saw adalah Abu Lahab. Akan tetapi justru orang yang pertama kali masuk Islam bukan dirinya akan tetapi Abu Bakar.  Malahan Abu Lahab adalah orang yang mendapat ancaman di dalam al-Quran. Allah berfirman:
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (QS. Al-lahab : 1-5)
                Hal ini diesebabkan karena Abu Lahab mempunyai sebuah keinginan yang tidak sesuai dengan keinginan Allah.
Begitu juga sahabat Umar bin Khattab sebelum masuk Islam. Beliau adalah orang yang sangat benci terhadap agama Islam. Akan tetapi atas izin Allah, beliau menajdi seorang muslim dan menjadi pembela Islam yang pemberani. Inilah wujud dari sesuatu yang baik akan tetapi ada buruknya dan sesuatu yang buruk ada baiknya. Semuanya ini tergantung atas kehendak Allah.
                Orang Yahudi itu adalah orang yang tidak baik. Tetapi mereka juga membawa suatu kebaikan. Kedatangannya membawa suatu kemajuan bagi dunia ini. Di mana suatu Negara telah didiami oleh bangsa Yahudi, maka Negara tersebut akan maju. Di situ pulalah mereka akan bertempat tinggal.
                Mulanya orang-orang Yahudi bertempat tinggal di Madinah untuk menunggu-nunggu datangnya Nabi akhir zaman. Tetapi setelah Islam datang bersama Rasulullah Saw, Nabi yang telah ditunggu-tunggunya, mereka tidak mau beriman atas apa yang telah dibawa oleh Rasulullah. Hingga akhirnya orang-orang Yahudi diusir dari Madinah sebab mereka telah melakukan penghianatan tatkala ada perang Ahzab. Pengusiran ini tidak secara total untuk bangsa Yahudi.
                Madinah di saat bangsa Yahudi tinggal di sana merupakan suatu daerah yang maju. Lebih-lebih tanah Khaibar yang menjadi pusat pertanian yang menjadi milik Rasulullah Saw setelah terjadinya perang Khaibar. Orang-orang Yahudi di waktu itu banyak yang menajdi pekerja orang-orang Islam.
                Yahudi bertahan hidup di Madinah sampai jabatan kepemimpinan dipegang oleh khalifah Umar bin Khattab. Di saat pemerintahan ini, khalifah Umar mengusir bangsa Yahudi secara total menuju Negara Syam. Dari dampak pengusiran ini, khalifah pengganti Umar, Usman bin Affan pemerintahannya menjadi gonjang ganjing. Terlebih lagi pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib yang banyak terjadi perselisihan dan perpecahan.
                Ketika Yahudi berada di Negara Syam, kemajuan berada di negeri tersebut yaitu berupa perpindahan kerajaan Islam dari Madinah menuju Syam yang didirikan oleh daulah Bani Umayyah. Inilah makna dari sabda nabi Muhammad Saw :
مولده بمكة، وهجرته بالمدينة، وسلطانه بالشام
                Yahudi tinggal di Syam tidak selamanya. Pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz telah mengadakan pengusiran terhadapnya menuju daerah Bagdad. Dampaknya lahirlah kerajaan Bani Abbasiyyah. Kemudian mereka diusir ke Mesir, maka lahirlah daulah Bani Fatimiyyah. Lalu diusir ke Jerman hingga akhirnya berpindah ke Amerika.
Sarang, 18 Oktober 2012
Catatan : Artikel ini disarikan dari pengajian tafsir Syaikhina Maimoen Zubair pada 26 februari 2012 dengan kajian surat Al Hasyr  ayat 1-3.





1 komentar:

Tentara Daulah Islam Melayu said...

Ad Daulatul Islamiyah Melayu
Khilafah Islam Akhir Zaman

Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami

Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
Berjihad dalam naungan Khilafah Islam demi Tegaknya Kedaulatan Dinul Islam.

Tinggalkan Semua Bentuk Kemusyrikan Mari Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
dan Kini Saatnya Menjadi Bangsa Islam Dalam Naungan Khilafah Islam

Kunjungi Undangan kami
Kehadiran Anda kami tunggu di
di http://khilafahislam.de.pl

Post a Comment

 
oleh Ahadan blog | Bloggerized by Ahadan | ahdan