6.12.13

KELUARGA HARMONIS

KH. AHMAD WAFI MZ
Keluarga harmonis Kalau kita mengamati pada keseluruhan hukum islam, maka kita akan menemukan bahwa hukum islam itu terbagi menjadi tiga, yaitu: 

Pertama : tazkiyatunnafsi al-insaniyyah atau memperbaiki diri dari sifat-sifat tercela. 
Kedua : tandzimul usroh atau mengatur keluarga menuju keluarga yang bahagia. 
Ketiga : tandzimul usroh al- insaniyyah atau mengatur hubungan satu manusia dengan lainnya. Hukum-hukum islam ini adalah suatu anugerah dan nikmat yang tiada terkira dari Tuhan kita Allah S.W.T. 

Hukum Allah segi dhohirnya adalah kewajiban yang berat untuk kita lakukan tapi sebetulnya merupakan anugerah dan kemulyaan bagi kita, karena kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang hakiki kecuali melalui menerapkan hukum dan aturan allah swt.


Ini yang di maksud dalam firman allah
 اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا 

Ketiga tingkatan tersebut adalah tingkatan yang berurutan, dengan kata lain suatu keluarga tidak mungkin bisa bahagia kalau anggota keluarga tidak menghilangkan sifat-sifat tercelanya (tazkiyatun nafsi), dan kita tidak akan bisa mewujudkan masyarakat yang bersih dan baik tanpa mendaki lebih dahulu pada dua tangga sebelumnya yaitu tazkiyatunnafsi dan tandzimul usroh. 

Disini kita dapat mengatakan bahwa seberapa keluarga taat pada perintah agama dengan menerapkan aturan-aturan Allah S.W.T, maka semakin kokoh dan bahagia keluarga tersebut. Sebaliknya seberapa keluarga jauh dari agama dan menyimpang dari aturan Allah S.W.T maka sebera besar itu juga dia dihinggapi keretakan dan dijauhkan. 

Mari kita lihat realita kehidupan keluarga di negara-negara yang jauh dari petunjuk Allah S.W.T di negara-negara maju barat, di sana sudah tidak lagi mengenal arti keluarga karena keluarga di sana telah cerai berai tanpa ada ikatan, anak tidak kenal ayah-ibunya, saudara tidak kenal saudaranya. Kemajuan tidak bisa mengganti kedudukan agama, kemoderenan tidak akan mampu membahagiakan manusia ketika mereka menjauh dari rahmah agama Allah S.W.T. 

Untuk kesemuanya ini Allah memerintahkan manusia untuk menegakkan aturan- aturannya. Allah menjadikan dalam keluarga suatu pemimpin yaitu seorang ayah, kemudian Allah memerintahkan anak-anak untuk berbuat baik pada kedua orang tua

 وقضى ربك أن لا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا إما إن يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا معروفا 

 Nabi muhammad s.a.w ketika ditanya siapa dari manusia yang patut untuk aku temani? Nabi saw menjawab ibumu . Sail : lalu siapa? Nabi saw : ibumu. Sail : lalu siapa? Nabi saw: ibumu. Sail : lalu siapa? Nabi : bapakmu. ayah dan ibu dalam berumah-tangga adalah penyangga rumah tangga pemimpin dan nahkoda seisi rumah.
 وقضى ربك ان لا تعبدوا الا إياه وبالوالدين احسانا إما يبلغن عندك الكبر أحدهما او كلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما. روى احمد والترمذي وابن ماجه عن أبي الدرداء رضي الله عنه ان رجلا أتاه فقال : ان لي امرأة وان امي تأمرني بطلاقها قل ابو الدرداء سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : الوالد اوسط ابواب الجنة فان شئت فأضع ذلك الباب او احفظه

Diriwayatkan bawa ibnu umar punya istri yang dicintai tapi umar ayahnya tidak menyukainya lalu memerintahkannya supaya mentalak istrinya tapi sang anak tidak mau, lalu sang ayah matur pada rosulullah saw lalu nabi memerintahkan untuk menalaknya. 

Hadis ini bukan berarti orang tua boleh semena-mena memerintahkan anaknya dengan serampangan karena allah juga merintahkan orang tua bertaqwa pada Allah, kalau orang tua sudah bertaqwa pada Allah, maka dia akan memerintah dengan kebaikan. 

Ayat dan hadits-hadits itu menunjukkan pentingnya birrul walidain dan kita mesti berbangga dengan syariat islam yang telah membuka jalan menuju kehidupan harmonis dan bahagia dalam keluarga, islam adalah sumber kebahagiaan kita dalam kehidupan di dunia dan akherat, tidak mungkin kita bahagia kalau tidak menerapkan ajarannya. Bagaimana kita meninggalkan Tuhan kita yang menunjukkan jalan kebahagiaan, lalu kita mencari jalan kebahagian di kotoran tong-tong sampah. 

Sebagian kita ketika mendengar bahwa orang-orang kafir barat memperingati hari ibu lalu dia mengikutinya, mestinya dia bangga dengan syariat islam tapi dia justru bangga dengan budaya barat tersebut. Orang-orang barat mengadakan hari ibu karena kerusakan yang menimpa mereka sudah sangat parah sehingga mereka mengadakan peringatan hari ibu untuk mengembalikan anak-anak dalam mengingat lagi ibunya walau dalam satu hari saja. 

Agama kita memberitahukan dan memerintahkan supaya kita selalu dalam naungan aturannya. Maka angkat kepala kalian sebagai tanda kebanggaan Tanda kebanggaan akan syareat allah! Jangan mencari kebanggaan pada selain agama Allah! Jangan sampai menjauh dari aturan Allah, sebab kalau kalian membuang anugerah Allah ini maka kalian akan celaka selama lamanya. Wallahu a'lam.

Sumber : Gus WAFI BLOG



1 komentar:

Awal Prataci said...

ikut share y Gus...makasih

Post a Comment

 
oleh Ahadan blog | Bloggerized by Ahadan | ahdan